Hembusan Suara

Pilih Ngeblog atau Ngevlog?

Blog atau Vlog

Radityadika.com akan segera didesain ulang. Coming soon!

Raditya Dika: Seorang yang awal mulanya blogger, merambah menjadi penulis buku, lalu menjelma menjadi pelaku standup comedy-an dan terakhir menjadi aktor dan selebritis terkenal.

Hmm… kamu mau seperti do’i, jadi selebritis?

Nah, seleb sendiri berasal dari kata celebrity, Bahasa Inggris yang merupakan serapan dari Bahasa Perancis yakni celebrite. Di mana aslinya adalah dari bahasa latin yaitu celebritas. Celebritas artinya crowned, honoured, frequented. Arti awal dari celebritas itu sebutan untuk orang yang berprestasi, dan kini maknanya mulai bergeser, begitu menurut seorang berakun twitter @yoyen saat saya sedang asyik melihat-lihat timelinenya di twitter.

Dulu celebritas itu nggak terjangkau oleh rakyat kebanyakan. Sekarang batas ini kabur. Justru orang bisa jadi seleb karena publik bisa relate ke dia (orang yang dianggap selebritis).

Dikasih paparan kaya gini lah kok saya jadi mengernyitkan dahi. Loh, ternyata…

Kembali ke Radit, entah dari kapan blog radityadika.com memberikan pengumuman akan didesain ulang. Lah, saya tak pernah mengunjungi blognya kok. Anehnya, entah ada angin apa, tiba-tiba saja jari-jari saya tergerak buat menuliskannya di address bar.

Setelah mendapati blognya yang kosong, saya penasaran untuk membuka laman youtube lalu mengisi keyword yang kosong itu dengan, lagi-lagi: Raditya Dika.

Melihat channel youtube Radit yang belum lama memosting video terbarunya, mengingatkan saya pada sesuatu yang sedang in sekarang: VLOG!

Saya tak terlalu mengikuti perjalanan Radit, kenal-kenal juga saat dia mulai sering nongol di tv dan berstandup comedy. Namun dari hasil ngalor-ngidul berinternet ria (karena kebetulan saya sedang tak ada kerjaan saat itu), saya menangkap fenomena yang cukup bikin saya bertanya-tanya. Mengapa kini, banyak orang yang dulunya blogger (aktif nulis di blog) beralih menjadi vlogger?

Tidak semua, memang, tapi secara umum masyarakat Indonesia (termasuk saya) secara alami lebih tertarik pada sesuatu yang bersifat visual daripada teks. Visual (gambar, video) tentu membuat mata lebih senang menerima dan sanggup untuk berlama-lama. Sedangkan teks, jangankan berlama-lama, membaca kalimat pertama saja udah bikin males.

Dari twitter @yoyen tadi, dalam artikelnya di chezlorraine.wordpress.com, saya mendapatkan beberapa analisa yang dia bikin. Begini isinya:

  • 90% informasi yang masuk ke otak manusia itu visual, dan 40% dari manusia akan merespon visual lebih baik daripada konten teks. Data ini diambil dari blog.hubspot.com. Pernyataan ini menerangkan kenapa vlogger dengan topik apapun umumnya dan vlogger niche Indonesia sukses menjaring pemirsa.
  • Vlog efektif untuk menyampaikan cerita. Vlogger itu real, ada buktinya berupa gambar bergerak. Di vlog kamu bisa lihat beneran si vlogger yang muncul di layar dengan suara aslinya, nama aslinya pun ada.
  • Vlogging makin gampang dan populer karena perkembangan teknologi. Semua orang yang punya smartphone dan memiliki akses internet berpotensi menjadi vlogger.

Setelah saya mencerna beberapa tulisan dan analisanya, dihubungkan dengan trend masa kini yang serba mudah dalam mengakses internet, juga senangnya orang-orang akan vlog dan apapun yang berbentuk visual, saya ngangguk-ngangguk dan makin yakin aja. Kini, seorang yang dulunya rajin posting tulisan di blog mulai beralih dengan posting video. Trend-nya mulai berubah dan kini cenderung bukan lagi reading, melainkan watching.

Bukti lain yang terasa dekat, tentu saja perubahan dari beberapa kawan yang dulunya rajin menulis diblog perlahan-lahan sudah tak merawat lagi blognya. Postingan terakhirnya kerap kali sudah agak lama, bisa sampai 3-4 bulan. Dan ketika lihat akun youtube-nya, eh baru kemarin aja do’i update.

Fenomena ramainya vlogger diiringi mulai mudahnya kita mengakses media bernama youtube. Situs web yang mulai menyapa kita pada tahun 2005 ini, dari tahun ke tahun menunjukkan grafik dengan peningkatan yang pesat. Iya sih, bukan sekarang saja, beberapa tahun ke belakang fenomena ini juga sudah ramai. Namun tentu saja tak semasif sekarang.

Lalu, salahkah jika ini terjadi? Hmm… Ya, enggak juga sih. Tapi, buat saya yang suka bergerilya ke tiap blog orang lain, ya cukup disayangkan aja. Subjektif, memang.

Beberapa orang meyakini jika “Youtube Lebih dari TV”. Kita—orang awam—tak perlu “casting” untuk menjadi “selebritis”. Semua bisa berlaga dan bergaya layaknya artis. Cukup upload video yang dikira bisa menjual, selesai. Atau bila dirasa belum cukup, bikin saja video yang kontroversi. Kamu tinggal nunggu para komentator yang saling beradu argumen, beres. Dan apa yang terjadi? Videomu akan banyak dikunjungi.

Nah, jika itu berhasil tentu kamu jangan seperti kacang yang lupa pada kulitnya, kirimkan rasa terima kasihmu kepada Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim.

Gimana? Youtube lebih dari apapun, kan?

Mungkin, inilah alasan mengapa beberapa waktu lalu salah satu provider besar dalam negeri kena hack. Salah satu pesan si hacker berisi agar provider tersebut menurunkan harga quota internet. Ya, youtube memang menyedot quota yang tak sedikit. Bagaimanapun, kita selalu ingin modal kecil dengan impact yang besar, bukan?

Manusia memang dinamis, mereka selalu bergerak sesuai dengan apa yang sedang menjadi trend. Blog, yang ramai di medio 2000-an kini sedikit demi sedikit sudah mulai tergerus oleh vlog. Selain alasan tadi, vlog tentu saja lebih menjanjikan untuk medapatkan keuntungan dan juga popularitas dalam waktu singkat.

Seorang yang konon sering nulis di blog, entah itu disebut travelblog, foodblog, fashionblog, movieblog dan lain-lain, kini bisa sangat mudah beralih ke vlog lewat media youtube dengan konten yang sama tapi mendapkan feedback yang jauh lebih bagus.

Nah, kalau sudah begini, kamu wahai para blogger, sudah siapkah meninggalkan status bloggermu untuk kemudian berubah menjadi vlogger? Atau menjalani keduanya secara bersamaan? Hmm… Ya, dipikir-pikir lagi aja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s