Kuliner

Cilok Mamih; Mengembalikan Ingatan Cemilan Tradisional dengan Cara Masa Kini

whatsapp-image-2017-01-05-at-13-00-26

Kapan terakhir kali kamu makan cilok?

Mungkin saat kamu baca tulisan ini, kamu baru saja ngabisin cilok yang dibeli dari seorang pedagang yang secara nggak sengaja lewat di depan rumahmu. Atau jangan-jangan kamu sudah lupa gimana rasanya cilok karena terakhir mengunyahnya ketika zaman SD? (ingat ya, cilok bukan cinlok haha…)

Bandung terkenal dengan kulinernya yang enak dan unik tentunya menjadi kota idaman buat kamu yang suka jajan atau ngemil. Ketika berada di Bandung untuk jajan dan berwisata kuliner, banyak cemilan yang bisa bikin kamu nagih dan lupa kalau isi dompetmu akan segera menipis. Nah, dari banyaknya cemilan, salah satu yang mulai agak terlupakan adalah cilok.

Terbuat dari tepung kanji, cilok yang merupakan singkatan dari aci dicolok adalah makanan khas Jawa Barat. Ketika saya SD sampai SMP, cilok menjadi salah satu cemilan favorit saya dan teman-teman saat itu. Cukup mengenyangkan dan juga harganya yang murah adalah koentji. Ketika cilok sampai di mulut, lidah bisa saja terus bergoyang sampai lelah dan baru kemudian saya tendang ke kerongkongan agar sampai di perut. Cara makannya pun beragam, ada yang–sesuai namanya–dicolok dulu lalu dicelupin ke bumbu atau saus kacang terus masuk ke mulut, atau seperti anak-anak SD kebanyakan yang langsung dimakan di plastik.

Cara makan saya sepertinya sama dengan kebanyakan cara makan kamu-kamu. Ya, cilok dimakan langsung dari plastik di mana ujung plastik disobek agar cilok nggak pake lama buat masuk ke mulut. Haaap… Nyam nyam…

Ada dua alasan mengapa dulu saya makan cilok dengan gaya seperti ini: Satu karena simple, yang kedua biar nggak ada yang minta ajah. Sebagai atuh kan geuleuh ada urut goding sayanya. Hahaha…

Semakin beragamnya kuliner di Bandung dengan segala keunikannya, saya pikir cilok masih menjadi makanan yang gampang ditemui di sudut-sudut kota. Tentu saja, jajanan tradisional ini punya peranan dalam memenuhi list kuliner di Kota Bandung. Semakin canggihnya teknologi, semakin beragamnya jajanan-jajanan yang ada, dan semakin tingginya minat santap menyantap membuat para pelaku kuliner di Bandung mulai memikiran cara agar jajanannya terlihat unik dan berbeda.

whatsapp-image-2017-01-05-at-13-00-12

Nah, dari semua jajanan itu, Cilok Mamih yang bertagline Cilok Kuah Masa Kini mulai ambil peranan untuk menyemarakkan kuliner di Bandung.

Berbeda dengan cilok pada umumnya yang berbumbu kacang, Cilok Mamih memilih menanggalkan citra cilok dengan bumbu kacang. Cilok Mamih mencoba tampil beda dengan menawarkan cilok yang berkuah. Cilok dengan kuah sebagai pendampingnya. Tentu saja ini menawarkan ngemil cilok dengan sensasi yang berbeda. Saat memakannya, kenyalnya cilok bisa didorong dengan kuahnya yang gurih. Hmmm…

Bertempat di sekitar Jl. Japati (sekitar Gasibu, depan Telkom) Cilok Mamih mulai mangkal sehabis maghrib sampai tengah malam. Cilok Mamih kiranya tahu betul cuaca Bandung yang dingin di malam hari harus dilawan dengan kehangatan, dan Cilok Mamih hadir untuk menghangatkan kamu-kamu.

Beratapkan tenda biru, Cilok Mamih menawarkan tempat dengan tidak berpatokan pada alamat yang jelas, memang para pedagang di kawasan Jl. Japati ini nggak memiliki alamat rinci seperti kedai atau tempat makan pada umumnya yang memiliki alamat lengkap. Namun jangan salah, dengan terpampangnya banner-banner dan juga neon box di sekitar Jl. Japati, kamu nggak bakalan dibuat bingung. Cukup sedikit menoleh saja, dan kamu akan menemukan Cilok Mamih, tepat di depan Telkom.

whatsapp-image-2017-01-05-at-13-00-58

Para pedagang di kawasan Jl. Japati ini sepertinya tahu betul dengan kelebihan tempat seperti ini. Mereka, termasuk Cilok Mamih, menawarkan tempat secara sederhana. Dengan hembusan udara malam Kota Bandung bakalan bikin jajannya kamu lebih syahdu. Coba bayangkan, dinginnya Bandung malam hari dengan perut yang ingin diisi, lalu Cilok Mamih hadir dengan kuahnya yang gurih nemenin kamu agar perutmu nggak keroncongan.

Nah, Cilok Mamih memiliki 3 varian rasa. Cilok gajih, cilok cincang ayam, dan cilok keju. Ini sudah ditambah ceker ayam dan tahu, wiih… Sedangkan untuk harga dimulai dari 10k-20k, tergantung varian rasa yang dipilih. Selain ciloknya yang lembut-lembut kenyal, kuahnya yang gurih adalah favorit saya. Kamu harus coba ke sini biar nyiloknya kamu nggak gitu-gitu aja.

Terakhir, Cilok Mamih kiranya hadir dengan dua ingatan yang berbeda, ingatan masa-masa SD ketika jajan cilok ka si “emang” dan ingatan jajan cilok bareng si do’i di sekitaran Jl. Japati. Ecieeee…. Hehehe

Gimana, mau nyoba cilok kuah buatan Mamih?

 

 

 

Cilok Mamih -Cilok Kuah Masa Kini-

Jl. Japati (Deket Gasibu, depan Telkom), Buka dari Maghrib sampai tengah malam

Instagram : @cilokmamih

Path            : cilokmamih

Twitter       :@cilokmamih

Email         : cilokmamih@gmail.com

Iklan

2 thoughts on “Cilok Mamih; Mengembalikan Ingatan Cemilan Tradisional dengan Cara Masa Kini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s