Semua Tentang Bandung

4 Jembatan Layang di Bandung

Below the viaduct of the city

Di Bandung, setidaknya ada empat jembatan layang yang saya ketahui: jembatan layang Cimindi, jembatan layang Pasupati, jembatan layang Kiaracondong, dan yang terbaru adalah jembatan layang Antapani. Selain jembatan layang Antapani yang notabene jembatan layang baru dan belum bisa digunakan, saya sudah pernah merasakan berkendara di ketiga jembatan layang yang saya sebutkan tadi.

  1. Jembatan Layang Cimindi

Jembatan layang yang cukup berjasa bagi warga Cimahi yang akan menuju Bandung atau sebaliknya via Cibeureum. Jembatan ini bisa menjadi alternatif untuk menghindari macet di sekitar Cimindi (dekat pasar), apalagi di pagi hari. Solusi bagi warga Cimahi yang akan menuju Bandung (atau sebaliknya) dari bejibunnya angkot-angkot yang harus ngetem untuk mendapatkan penumpang.

Setiap saya berkendara di atas jembatan ini, saya bisa sedikit menengok rel kereta api, juga stasiun bernama Cimindi. Stasiun kecil yang juga berdampingan dengan pasar ini sering saya singgahi terutama saat zaman SMP. Saat itu saya sering menggunakan KRD untuk pulang pergi sekolah.

Pernah beberapa kali di suatu pagi saat saya hendak mengantarkan adik ke sekolah, saya selalu berpapasan dengan kabut dan awan pagi yang kadang bisa bikin mood jadi bagus, kalau cuaca lagi mendukung saya bisa melihat beberapa gunung yang berjejeran. Entah gunung apa saja, saya kurang tahu ciri dan nama gunung. Hal lainnya dari jembatan layang ini yang bisa kamu rasakan adalah ketika kamu berpapasan secara langsung dengan kereta api di bawah, motor dan mobil di jembatan, dan pesawat yang melintas di atas kepala.

  1. Jembatan Layang Pasupati

Jembatan layang yang cukup panjang di Bandung. Menghubungkan antara Jalan Pasteur dan Jalan Surapati. Kini, jembatan layang Pasupati menjadi salah satu icon Kota Bandung, terutama di titik cable stayed. Coba kamu cari di Instagram dengan hashtag yang berhubungan dengan jembatan ini, bejibun.

Nah, jika kamu lihat sekeliling di atas jembatan layang Pasupati ini, pemandangan yang ditawarkan beragam. Dari mulai gunung-gunung, awan yang pada momen-momen tertentu bisa terlihat instagramable, tapi kadang biasa aja, sampai pada pemandangan gedung-gedung tinggi khas kota-kota besar. Tidak seperti jembatan layang lainnya yang ada di Bandung, yang mana ketika memacu kendaraan tidak dianjurkan terlalu cepat, bagi saya jembatan layang ini pengecualian. Saya bisa kebut-kebutan jika melewati jembatan layang ini. Hehehe…

Sebagaimana fungsi jembatan layang; alternatif pilihan warga untuk menghindari atau mengurai kemacetan, nyatanya di saat-saat tertentu (weekend) macet sering tak terhindarkan di jembatan layang ini.

  1. Jembatan Layang Kiaracondong

Di Bandung, inilah jembatan layang favorit saya, walaupun termasuk yang jarang saya lalui sih. Mungkin jika saya sempat menghitung, bisa dihitung oleh jari saya melewati jembatan layang ini. Jembatan layang ini tidak pendek, namun juga tidak terlalu panjang. Dari awal naik (tanjakan) juga tidak senanjak jembatan layang Cimindi atau jembatan layang Pasupati.

Alasan yang membuat jembatan layang ini menjadi favorit bagi saya adalah; ketika saya melewati jembatan layang ini, pemandangan yang ditawarkan membuat saya semakin merasa memiliki Bandung, bikin saya kagum. Beberapa kali saya melintasi jembatan layang ini, saya selalu dipaksa untuk memperlambat laju kecepatan berkendara saya. Namun tak sempat berhenti juga sih. Saya bisa melihat gunung-gunung yang seolah mengawal dan menjaga Kota Bandung. Memang, di jembatan Cimindi dan Pasupati juga saya bisa melihat gunung, namun di jembatan layang Kiaracondong ini, gunung-gunung yang mengitarinya terasa beda. Apalagi jika saya melewati jembatan ini saat lembayung. Di bawah, rel-rel dari stasiun Kiaracondong juga seolah menambah keelokkan kota ini. Favorit.

  1. Jembatan Layang Antapani

Inilah jembatan layang terbaru di Kota Bandung dan baru saja rampung diselesaikan. Karena masih baru, saya belum pernah merasakan bagaimana berkendara di jembatan layang ini. Dengan design yang berbeda dari jembatan layang yang sudah ada sebelumnya di Bandung, jembatan layang ini bisa saja menjadi jembatan layang favorit warga Antapani dan sekitarnya, mungkin. Apalagi dengar-dengar, jembatan layang ini tadi malam jadi salah satu tempat untuk merayakan pergantian tahun.

 

Di luar fungsinya sebagai jalan alternatif dan juga untuk mengurangi kemacetan kota, bagi saya jembatan layang selalu menjadi medium untuk melihat kota dengan sudut pandang lain. Satu lagi, jembatan layang selalu bikin saya menoleh dan memutar pandangan. Menengadah ke atas, melihat gunung-gunung, melihat gedung, yang kadang membuat saya larut dalam perkembangan zaman.

 

Photo source: freepik.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s