Hembusan Suara

Sebab Jokowi Belajar dari Ridwan Kamil

Membaca tulisan Fandy Hutari membuat saya sedikit tersenyum sekaligus kaget, jaket bomber yang dikenakan Jokowi saat konferensi pers beberapa hari lalu ternyata bisa menjadi seviral ini. Apakah ini pertanda dunia fashion tanah air mulai menggeliat? Ya walaupun persaingan antar brand sering saling sikut, tak dapat dipungkiri kalau fashion adalah kebutuhan premier. Itu artinya kebutuhan akan pakaian nyaris selalu ada. Tak terkecuali untuk seorang Jokowi sekalipun, gaya berpakaian bisa menjadi ciri khas yang membuat orang berduyun-duyun mengikutinya.

Dalam hal menciptakan tren fashion, saya sependapat dengan Fandy Hutari kalau Jokowi punya efek yang kuat di ranah per-fashion-an. Kemeja kotak-kotak dan kemeja putih lengan panjang adalah yang akan selalu saya ingat jika ditanya bagaimana Jokowi berpakaian. Itu seakan sudah menjadi trade mark beliau, setidaknya di mata saya. Atau mungkin alasan lain Jokowi berpakaian seperti itu adalah agar ajudan yang menyiapkan pakaiannya nggak harus bingung dalam nentuin pakaian.

Nah,,, nah,,, kalau masalah jaket bomber itu, saya kok kepikiran kalau Jokowi saat itu lagi kedinginan ya. Apa karena AC tempat Jokowi konferensi pers kegedean? Jadi ya dia pake jaket biar hangat. Mungkin beliau nggak mau kedinginan. Setidaknya, saat kondisi di luar sedang hangat-hangantnya, dia ingin ikut merasakan situasi di luar itu, yang sedang hangat. Ya salah satunya dengan menggunakan jaket itu (hahaha… ini saya sotoy banget).  Atau mungkin alasan lainnya, dia ingin terlihat lebih trendy dengan jaket yang dikenakannya? Hmmm… Hanya Jokowi yang tau.

Lalu, melihat fenomena ini saya jadi teringat kejadian satu tahun ke belakang saat peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung. Saat itu dunia maya dihebohkan ketika salah seorang warga bernama Achmad Iman, mengunggah kisah pengalamannya di path. “Your president is very handsome, cool and looks clever, wearing black tradition hat (kopeah) and eye glases…he look young…how old is he?…” begitu tulis Achmad di status pathnya.

Intinya adalah, ada seorang turis asal Jerman yang menyangka jika Presiden Indonesia adalah Ridwan Kamil, bukan Jokowi.

Apa pertimbangannya? Salah satunya adalah gaya berpakaian. Saya tekankan lagi, GAYA BERPAKAIAN. Kalau dari pakaian sih keduanya menggunakan pakaian yang serupa. Sama-sama mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan bersepatu hitam. Tapi kalau di lihat-lihat lagi, gaya berpakaian Ridwan Kamil lebih nge-presiden dibanding Jokowi. (Ini bukan maksud saya gimana-gimana ya,,, semoga kalian para pembaca ngerti)

Saya kira, berangkat dari sanalah Jokowi mulai menjadi follower Ridwan Kamil dalam hal gaya berpakaian. Walaupun pada akhirnya tetap saja berbeda, namun kiranya Jokowi ingin terlihat lebih “muda” dengan pakaian yang ia gunakan, apalagi jika kita cermati lagi saat beliau mengenakan jaket bomber itu, sedikit lebih muda bukan?

Terbaru, Imam Nahrawi selaku menteri Pemuda dan Olahraga menetapkan Bandung sebagai percontohan Kota Layak Pemuda. Bila dikerucutkan, salah satu yang identik dengan pemuda salah satunya adalah hal berpakaian, tentang fashion. Tafsiran saya, Bandung bisa menjadi inisiasi kota Layak Pemuda karena terkenal dengan distronya, dengan clothing-clothingnya. Tak usah saya sebutkan siapa saja artis FTV yang sering di endorse oleh brand clothing yang berasal dari Bandung, banyak yang saya tidak kenal. Karena selain Fitri Tropica, Ariel Tatum adalah salah dua yang saya kagumi di dunia entertainment, untuk Ariel Tatum, saya mengikuti perkembangannya yang semakin hari semakin besar, eh dewasa. Nah di luar itu, saya tidak terlalu mengikuti. Hahaha…

Terakhir, saya bukan fan boy garis keras Ridwan Kamil, saya lebih ngefan kepada Fitri Tropica, pun begitu dengan humor-humornya, saya lebih suka humor-humor receh Fitri Tropica dibanding humor Ridwan Kamil.

Saya hanya menyoroti bagaimana seorang Jokowi bertransformasi, terutama dalam hal gaya berpakaian. Setelah sebelumnya saya mengenal Jokowi dengan kemeja kotak-kotak dan kemeja putih lengan panjang, kali ini jaket bombernya menjadi trade mark baru. Atau bisa saja seiring waktu dia mulai benar-benar mengikuti gaya fashion Ridwan Kamil. Bayangkan, seorang Jokowi meninggalkan kemejanya, lalu beliau memilih t-shirt polos yang dibalut blazzer mendatangi festival clothing. Wiiihhh trendy banget bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s